Pelatihan PHT Tahap Dua, Petani Desa Tlogoweru Temukan Penyakit Kuning pada Tanaman Tembakau

AKURAT.CO, Musim kemarau tahun ini yang terimbas dari el nino, membuat banyak petani tembakau bersyukur, pasalnya tanaman tembakau mereka berhasil dijual dengan harga yang tinggi.
Hal ini tidak lepas dari peranan Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak yang terus memberikan penyuluhan kepada para petani di dalam merawat tanaman mereka sejak pembibitan.
Salah satunya adalah yang dilakukan Bidang Perkebunan Dinpertan Pangan pada Pelatihan PHT Tembakau di Poktan Margo Kamulyan Desa Tlogoweru Kecamatan Guntur.
Pelatihan PHT atau Pengendalian Hama Terpadu ini merupakan salah satu program yang diadakan oleh pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah, untuk mengantisipasi hama baik berupa jamur penyakit ataupun hewan yang merusak tanaman dan mengakibatkan petani mengalami gagal panen.
Dalam pelatihan tersebut para petani yang tergabung dalam poktan diberikan pelatihan cara-cara mengatasi masalah pada tanaman terutama yang disebabkan oleh hama. Kegiatan ini diharapkan mampu meminimalisir kerugian yang ditimbulkan.
Pendamping POPT, Budi Santosa, S.P. menjelaskan bahwa pada pertemuan yang kedua ini, para peserta pelatihan melakukan pengamatan tanaman tembakau umur 35 HST.
Sebanyak 20 peserta diberikan pelatihan dengan melakukan pengamatan keadaan tanaman tembakau, yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, serta keberadaan hama-penyakit dan musuh alami.
“Ada sebanyak 20 peserta yang ikut pelatihan PHT ini, mereka dari kelompok tani Margo Kamulyan Desa Tlogoweru Kecamatan Guntur,” jelas Budi Santosa.
Pada pengamatan yang dimulai pukul 07.30 itu, ditemukan beberapa tanaman yang terkena penyakit kuning. Penyakit ini ditandai dengan kenampakan daun tembakau yang keriting dan berwarna kekuningan.
Dijelaskan oleh Budi Santosa, S.P., bahwa kemungkinan virus ini tertular oleh vektor kutu kebul yang berasal dari tanaman sayuran di sebelahnya.
“Penyakit ini tidak mudah untuk diatasi. Namun untuk mengendalikan tanaman lain supaya tetap sehat, POPT merekomendasikan untuk mengaplikasikan Biosaka. Biosaka dapat bermanfaat untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit, mampu menekan penggunaan pupuk kimia,” pungkasnya. (ADV/Pemkab Demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







