Gara-gara Kaesang, PSI Kota Semarang Kebanjiran Anggota Baru

AKURAT.CO- Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) tanpa Kongres.
Adapun pemilihan Kaesang menjadi ketua umum ditetapkan dalam Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI Tahun 2023 di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (25/9/2023) malam lalu.
Dengan penunjukan ini, Kaesang resmi menggantikan ketua umum sebelumnya, yakni Giring Ganesha Djumaryo sebagai Ketum PSI.
Baca Juga: Buat Kamu yang Mageran Buat Olahraga, Coba Ikuti 7 Tips Ini Supaya Bisa Berolahraga
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang, Melly Pangestu mengatakan bergabungnya Kaesang mampu mendongkrak elektabilitas PSI.
"Ya memang pengumuman dari DPP mengejutkan kita semua. Dengan adanya mas Kaesang yang sekarang menjadi Ketum di DPP PSI Indonesia," ujar Melly, Rabu (27/9/2023).
Kalau Kota Semarang, lanjut Melly, dengan tergabungnya putra Presiden Jokowi ini tentunya akan mendongkrak elektabilitas PSI, salah satunya di Kota Semarang.
"Begitu diumumkan, banyak anak muda yang tertarik bergabung dengan PSI," katanya.
Baca Juga: Coco Story PIK Kasih Promo Online Delivery EAZY 2BER Selama September dan Oktober 2023
Dia menyebut sejak malam pengumuman hingga hari Rabu ini, pihaknya sudah mulai kebanjiran menerima banyak permintaan menjadi anggota baru.
"Mulai semalam sudah banyak yang ingin mendaftar sebagai anggota PSI," terangnya.
Sosok Kaesang sebagai anak muda yang inspiratif tentunya menjadi magnet tersendiri untuk mendongkrak PSI. Terlebih PSI memang berfokus menggandeng kawula muda.
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun ke-25, Berikut Transformasi Logo Google dari Tahun ke Tahun
"Ide dan harapan anak-anak muda ini bisa diterima PSI dan tentunya bisa berkolaborasi. Saat ini waktunya memang anak muda mengambil alih dalam pesta konsentrasi partai politik melalui PSI," kata Melly.
Masuknya Kaesang ke PSI hingga menjadi Ketua Umum (Ketum) PSI tentunya langsung mendongkrak partisipasi masyarakat.
"Waktu penunjukan Kaesang sebagi Ketum PSI, disampaikan bahwa banyak dari garda-garda pak Jokowi yang akan mulai merapat ke PSI. Terbukti keesokan harinya saya kebanjiran permintaan anggota," jelasnya.
Dirinya bahkan menyebut, followers, subscriber media sosial PSI bahkan meningkag tajam.
"Peningkatan medsos PSI meningkat banyak. Hingga trending topik dan sempat jadi topik utama di Indonesia. Dengan masuknya Kaesang ke dalam PSI pihaknya optimis tujuan pasti menang. Kami jadi satu-satunya partai yang berani meneriakan pasti menang. Harapan kita dengan bergabungnya mas Kaesang keputusan itu jadi lebih bulat lagi," sebutnya.
Dengan baiknya elektabilitas PSI di Kota Semarang, pihaknya optimis di Pemilu 2024 mendatang bisa meraih kursi lebih banyak.
"Target kursi DPRD kota Semarang, kami menargetkan 6 kursi. Semoga bisa terealisasi di 2024 mendatang," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







