Mbak Ita Pastikan Ketersediaan Air Bersih di Kota Semarang Tercukupi

AKURAT.CO,SEMARANG - Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyambangi reservoir PDAM Kota Semarang di Jalan Kelud untuk memastikan ketersediaan air bersih pada musim kemarau panjang. Menurut wali kota yang akrab disapa Mbak Ita, persediaan air bersih di Kota Semarang cukup hingga akhir tahun ini.
"Secara teknik mungkin dari teman-teman PDAM (yang menjelaskan). Hasil kesimpulannya Insya Allah masih terpenuhi. Kalaupun berkurang sekitar 5% hingga 10% di wilayah Kudu, karena dari Kedungombo harus dipompa," ungkap Mbak Ita.
"Selama ini stok air di Kudu ini untuk menyuplai wilayah Rowosari, Meteseh, Jabungan dan sekitarnya. Kalau untuk wilayah utara, tengah, selatan, Insya Allah aman," lanjut Mbak Ita.
Baca Juga: Bawaslu Kota Semarang Tegaskan Tak Boleh Ada Lokasi Pemasangan Bendera Yang Dikuasai Parpol Tertentu
Mbak Ita juga menerangkan setidaknya ada enam titik wilayah yang kekurangan air termasuk wilayah Rowosari, Gondoriyo akan mendapatkan bantuan penyaluran air bersih dari Kementerian PUPR. Dirinya juga menekankan sebetulnya ketersediaan air bersih di kota Semarang bisa tercukupi dengan suplai PDAM.
"Sebenarnya kalau penyambungan-penyambungan (PDAM) ini bisa masuk ke wilayah itu tidak akan kekurangan. Cuma terjadi penolakan oleh warga. Sekarang ini warga hanya memakai sumur dan pipa artetis," kata Mbak Ita.
Menurutnya, masyarakat belum sepenuhnya paham mengenai hal tersebut sehingga dibutuhkan sosialisasi lebih lanjut. Ia menghimbau para camat dan lurah untuk aktif mengkomunikasikan ini dengan warganya di wilayah masing-masing.
Baca Juga: PMI Kota Semarang Sediakan Bantuan Air Bersih, Bisa Dipesan Kapanpun
"Termasuk juga tadi kita sampaikan sebenarnya kalau namanya air yang sehat sesuai Kemenkes ini yang ada baunya klorin. Kemudian kenapa kalau pada saat hujan justru PDAM ini ada yang mati. Memang dihentikan karena ada tercampur sampah. Tidak bisa produksi nah ini yang sebenarnya yang harus disampaikan kepada masyarakat supaya paham," tandas Mbak Ita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal





