AKURAT.CO SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyambut 73 kota/kabupaten pusaka se-Indonesia dalam Welcome Dinner di gedung cagar budaya Borsumy, Kota Lama Semarang, Selasa malam (22/8/2023).
Dalam kesempatan itu, Mbak Ita, sapaan akrab wali kota mengucapkan selamat datang kepada para peserta Rakernas X Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).
Rakernas X JKPI yang berlangsung mulai 22 - 25 Agustus 2023 dipusatkan di Kota Lama.
"JKPI merupakan jaringan antar kota antar kabupaten se-Indonesia. Tujuannya, menjaga kelestarian cagar budaya," ucap mbak Ita.
Rakernas kali ini, lanjut mbak Ita, mengambil tema Pesona Pusaka Warisan Budaya Indonesia Sebagai Pengikat Keberagaman Budaya Dalam Bingkai Nusantara.
Kegiatan rakernas JKPI terpusat di Kota Lama mulai dari pameran di Oudetrap, panggung seni budaya di Polder Tawang, Welcome Dinner di Borsumy, serta Rakernas di Borsumy Ballroom.
Rakernas juga dimeriahkan dengan kirab budaya yang akan digelar di jalan utama Kota Lama Semarang.
"Kami saling memberi support untuk merawat, melestarikan heritage atau cagar budaya, bisa berjalan lancar apabila berkolaborasi. Memang tidak mudah tapi kalau kita bisa bersama memberi support Insyaa Allah semua JKPI di Indonesia bisa berjalan lancar," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Presidium JKPI Tahun 2022 Sekaligus Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengaku bangga dengan digelarnya Rakernas X JKPI.
"Atas nama ketua presidium, saya bangga. Kehadiran kita dalam pelaksanaan rangkaian acara JKPI sudah mulai hari ini," ucapnya.
Baca Juga: Upayakan Peningkatan Kesejahteraan Petani, Mahasiswa KKN Unwahas Adakan Sosialisasi Kartu Tani
Harnojoyo juga mengucapkan terima kasih Kota Semarang telah menjamu seluruh kabupaten kota yang mengikuti Rakernas X JKPI dengan kuliner yang enak serta acara yang meriah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?





