Gunung Merapi Kembali Muntahkan Lava Pijar dan Awan Panas, Jarak Luncur Capai 1.500 Meter

AKURAT.CO Semarang - Gunung Merapi kembali memuntahkan lava pijar dan awan panas guguran pada Jumat, 28 Juli 2023 pukul 18.37 WIB dengan Amplitudo max 65 mm.
Luncuran berdurasi 113 detik tersebut, bergerak dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke barat daya menuju Kali Bebeng atau Kali Krasak.
Dalam video yang beredar, tampak suasana malam yang gelap tiba-tiba menjadi terang benderang seiring dengan keluarnya lava pijar dan awan panas guguran yang terjadi di Gunung Merapi.
Kejadian serupa juga terjadi pada Kamis (26/7/2023) lalu, selama 24 jam tercatat terjadi puluhan guguran lava pijar.
Pada periode pengamatan (26/7/2023) dari pukul 18:00 WIB - 24:00 WIB, terjadi guguran lava pijar sebanyak 21 kali ke arah barat daya ( Kali Bebeng ) dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter.
Selain itu, juga teramati guguran lava pijar sebanyak 4 kali ke arah selatan ( Kali Boyong ) dengan jarak luncur maksimal 1.600 meter.
Sementara, dalam periode pengamatan (26/7/2023) pukul 00:00 WIB -24:00 WIB, teramati guguran lava sebanyak 47 kali ke arah barat daya ( Kali Bebeng ) dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter .
Teramati guguran lava sebanyak 12 kali ke arah selatan ( Kali Boyong ) dengan jarak luncur maksimal 1.600 meter , serta terdengar suara guguran 2 kali terdengar dari Pos Babadan dengan intensitas suara guguran sedang.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat pun diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, termasuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal





