News Jateng

Menengok Profesi Badut yang Dipandang Sebelah Mata Oleh Banyak Masyarakat

Menengok Profesi Badut yang Dipandang Sebelah Mata Oleh Banyak Masyarakat
Pak Widodo yang berprofesi sebagai badut dalam perayaan ulang tahun. (Petrus Boby)

AKURAT.CO Dalam setiap perayaan ulang tahun, pasti didalamnya terdapat hiburan dimana hiburan ini memang menjadi satu kesatuan yang unik.

Hadirnya hiburan dalam sebuah ulang tahun tentunya sangat memberikan warna tersendiri dalam sebuah acara agar berjalan meriah dan menyenangkan.

Hiburan yang ada dalam setiap perayaan ulang tahun ini bisa dalam bentuk sulap, atraksi, atau hiburan badut sekalipun. 

baca juga:

Seperti yang dilakukan oleh Widodo (48) yang berprofesi sebagai badut hiburan diberbagai acara.

Pria asal Sragen ini sudah menekuni profesi badut selama 20 tahun. Sudah ratusan acara ulang tahun anak-anak pernah disambanginya.

Menjadi seorang badut bukanlah ternyata bukan pekerjaan yang mudah.

Seringkali profesi badut ini dianggap sebelah mata hanya karena bertujuan menghibur saja.

Padahal, untuk menjadi seorang badut ternyata membutuhkan kemampuan untuk berbicara dan berinteraksi, bukan sekedar menghibur saja.

Widodo kerap menampilkan kuis, atraksi, sulap, permainan, hingga membacakan dongeng. 

Dia mengatakan bahwa profesi badut yang saat ini dijalankan adalah pekerjaan yang termasuk profesional.

Bahkan profesi badut bisa setara dengan MC, namun dengan penampilan dan cara mengemas yang unik dan berbeda.

“Kita seringkali disamakan dengan yang ada di lampu merah. Kalau yang di lampur merah itu kan sebenarnya bukan badut. Pengamen, tapi pakai kostum badut. Kalau badut itu profesional. Ya kayak MC MC formal, cuman kita pakainya kostum badut,” tuturnya.

Widodo mengatakan bila menghibur dan bisa membuat tertawa anak-anak menurutnya adalah sebuah kepuasan batin tersendiri baginya. 

“Kalau melihat anak-anak seneng, ya saya seneng. Intinya, kalau kita lihat anak-anak tertawa, anak-anak konsentrasi lihat kita, itu kebanggan dari saya,” tambahnya