Bikin MELONGO! Dulu Danau Buatan, Sekarang Malah Jadi Pusat Seni dan Kuliner Tersembunyi di Jogja! Wajib Tahu Seputar Pasar Ngasem!

JATENG.AKURAT.CO, Percaya nggak percaya, tempat yang sekarang jadi pusat keramaian ini dulunya adalah danau lho! Yuk, kita bongkar sejarahnya!
Ini dia Pasar Ngasem, sebuah pasar yang usianya udah dua abad lebih dan menyimpan segudang cerita menarik di jantung kota Jogja. Kalau kamu pecinta sejarah, seni, dan kuliner, siap-siap terpukau!
Awalnya, Pasar Ngasem ini adalah bagian dari danau buatan di area Taman Sari.
Uniknya lagi, pasar ini dulunya dikenal sebagai pasar burung! Iya, burung! Kok bisa? Ternyata, orang Jawa punya tradisi memelihara burung atau kikulo.
Kenapa penting? Karena ini adalah salah satu dari lima tanda kesuksesan seorang pria di zaman dulu.
Jadi, nggak heran kalau pasar burung ini sangat diminati dan jadi pusat transaksi yang ramai.
Seiring berjalannya waktu, Pasar Ngasem bertransformasi. Dari yang awalnya ramai dengan kicauan burung, kini tempat ini berubah drastis menjadi pusat seni, budaya, dan kuliner yang wajib kamu kunjungi saat di Jogja.
Bayangkan, kamu bisa menemukan beragam karya seni unik, pertunjukan budaya yang memukau, dan tentunya, jajanan khas Jogja yang bikin lidah bergoyang!
Meski sudah berubah wajah, satu hal yang nggak pernah berubah: Pasar Ngasem masih tetap menjadi jembatan budaya hingga hari ini.
Tempat ini seolah jadi saksi bisu perjalanan Jogja dari masa ke masa, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi yang kuat.
Nah, seru banget kan ceritanya? Buat kamu yang pengen eksplorasi sudut-sudut kota Yogyakarta yang penuh sejarah dan cerita, salah satunya bisa menikmati suasana di Pasar Ngasem ini.
Jadi, jangan cuma tahu Malioboro aja ya! Pasar Ngasem ini juga punya pesona yang nggak kalah menarik dan bikin kamu makin cinta sama Jogja.
Yuk, share artikel ini ke teman-temanmu yang doyan sejarah dan kuliner! Jangan lupa ajak mereka buat jelajah Pasar Ngasem biar makin banyak yang tahu hidden gem satu ini!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








