4 Cara Parenting Khas di Berbagai Negara di Era Gen Z yang Bisa Diaplikasikan untuk Anak Anda

JATENG.AKURAT.CO, Ibu-ibu masa kini seringkali dihadapkan pada dilema dalam memilih pola asuh yang tepat untuk anak-anak mereka.
Rasa tanggung jawab yang besar membuat mereka khawatir akan membuat kesalahan dalam mendidik, yang pada akhirnya akan berdampak pada masa depan anak.
Baca Juga: Tips Parenting: Ada 5 Penyebab Bayi Usia 5 Bulan Belum Bisa Tengkurap
Ketakutan akan penyesalan di kemudian hari membuat para ibu semakin merasa terbebani.
Meskipun berbagai pendekatan pengasuhan modern menawarkan banyak manfaat, namun tidak semua praktik dapat diterapkan secara universal.
Setiap keluarga memiliki konteks sosial, budaya, dan ekonomi yang berbeda, sehingga tantangan dalam mengadopsi pola asuh modern pun beragam.
Selain itu, tekanan sosial dan ekspektasi masyarakat seringkali membuat orang tua merasa bingung dan terbebani dalam memilih pola asuh yang terbaik untuk anak-anak mereka.
Baca Juga: Tips Parenting: Ada 5 Penyebab Bayi Usia 5 Bulan Belum Bisa Tengkurap
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mencari informasi mengenai pola asuh, salah satunya dengan menjadikan beragam pola asuh dari berbagai negara yang mungkin bisa menjadi inspirasi.
Namun, ada hal-hal yang perlu selalu diingat oleh Ibu, bahwa pola asuh apapun tetap bergantung pada anak. Penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki keunikannya masing-masing
Berikut ini 4 Cara Parenting Khas di Berbagai Negara di Era Gen Z yang Bisa Diaplikasikan untuk Anak Anda.
1. Fostering Independence Ala Prancis
Orang tua di Prancis dikenal dengan pendekatan yang lebih santai dalam pengasuhan anak. Mereka lebih fokus pada membesarkan anak yang mandiri dan bertanggung jawab.
Beberapa prinsip pengasuhan anak di Prancis yang menarik antara lain seperti mengajarkan anak untuk menghargai waktu orang tua,
memberikan kebebasan seperti diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi dan belajar dari pengalaman mereka sendiri, serta menanamkan nilai-nilai penting.
Seperti anak-anak diajarkan tentang pentingnya sopan santun, rasa hormat, dan tanggung jawab.
2. Street Playtime Ala Brazil
Di beberapa daerah di Brasil, anak-anak masih bebas bermain di jalanan.
Meskipun terdengar berbahaya, praktik ini sebenarnya memiliki beberapa manfaat, seperti meningkatkan kreativitas, membangun keterampilan sosial,
Baca Juga: Tips Parenting: 5 Hal yang Bunda Bisa Lakukan untuk Mencegah Alergi Dingin Pada Balita
mudah berinteraksi dengan anak-anak lain di lingkungan sekitar, serta meningkatkan kebugaran dengan bergerak aktif dan menjaga kesehatan fisik.
3. Kangaroo Care Ala Australia
Kangaroo Care adalah metode pengasuhan bayi baru lahir yang terinspirasi dari perilaku kanguru betina yang menyimpan anaknya di dalam kantong.
Bayi diletakkan telanjang di dada ibunya atau ayahnya, kulit ke kulit. Praktik ini terbukti memberikan banyak manfaat bagi bayi, seperti stabilisasi suhu tubuh, membantu bayi menjaga suhu tubuhnya.
Baca Juga: Tips Parenting: 4 Hal yang Harus Orang Tua Perhatikan Sebelum Menitipkan Anaknya di Daycare
Kangaroo care juga dapat meningkatkan berat badan, meningkatkan produksi ASI dan membantu bayi tumbuh lebih cepat. Selain itu, bisa mengurangi stres dengan kontak fisik yang erat dengan orang tua.
Dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi bayi, ini bisa meningkatkan ikatan antara orang tua dan anak serta memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan bayi.
4. Family Bed Sharing Ala Swedia
Family bed sharing atau berbagi tempat tidur dengan anak adalah praktik yang cukup umum di Swedia.
Meskipun kontroversial di beberapa negara, praktik ini dianggap sebagai cara alami untuk memenuhi kebutuhan bayi akan kedekatan dan keamanan.
Beberapa manfaat dari family bed sharing antara lain Ibu dapat menyusui bayi kapan saja tanpa harus bangun dari tidur.
Selain itu, bayi merasa lebih aman dan nyaman sehingga tidur lebih nyenyak dan juga memperkuat ikatan keluarga. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




