Penonton Film Dua Hati Biru Diajak Merenungi Kisah Hidup Rumah Tangga Belia yang Rapuh dan Hampir Runtuh

JATENG.AKURAT.CO, Selama empat tahun, Bima berusaha menjadi bapak terbaik untuk anaknya, Adam.
Kini, setelah Dara kembali dari kuliahnya di Korea Selatan, Bima fokus agar pernikahannya selalu baik-baik saja.
Tetapi menjadi orangtua dan pasangan suami istri adalah perjalanan tumbuh yang berbeda.
Bisakah Bima dan Dara membuktikan sekali lagi bahwa cinta mampu menyatukan keluarga mereka?
Kisah di atas terpampang jelas di film 'Dua Hati Biru' yang baru saja melakukan premiere di Kota Semarang.
Film tersebut mengangkat drama keluarga muda yang berusaha menjadi suami dan istri serta orang tua terbaik.
Konflik dalam film ini cocok dengan beberapa kisah keluarga di kehidupan nyata.
Para penonton yang menyaksikan film tersebit merasa bahwa konflil yang terjadi di keluarga Bima dan Dara memang nyata adanya.
Bahkan para penonton merasa bahwa mereka adalah pelaku dari kisah yang mengumbar tangia dan tawa tersebut.
Skenario film 'Dua Hati Biru' ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Gina S. Noer dan Dinna Jasanti.
Bagi keduanya, ini adalah pengalaman pertama untuk berbagi peran menyutradarai layar lebar.
Pilihan untuk berbagi peran ini membuat film yang diperankan oleh Angga Yunanda dan Aisha Nurra Dattau mempunyai bentuk baru yang akan lebih komunikatif untuk berbagai kalangan penonton.
Angga yang pernah menjalani film 'Dua Garis Biru' sebagai prekuel film 'Dua Hati Biru' menjelaskan bahwa di film terbarunya ini dirinya harus menghayati karakter Bima sebagai ayah muda yang berusaha mencari jati diri sebagai suami sekaligus Bapak.
Sementara Nurra Dattau yang menggantikan Adisti Zarra dalam karakter Dara mencoba mengisi jiwa Dara yang ingin mandiri dan dewasa sebagai istri dan ibu.
Nurra dikenal sebagai salah satu aktris rising star Indonesia yang memulai perjalanan karirnya lewat film ‘Kita Versus Korupsi’ (2012), dan terlibat dalam beberapa serial baru yaitu ‘A+’ (2023) dan ‘Cinta Pertama Ayah’ (2024) dengan penampilan yang sangat baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








