Jateng

Stiepari Wisuda 303 Lulusan, Komitmen Cetak Generasi Kreatif dan Berdaya Saing Global

Arixc Ardana | 29 November 2025, 20:40 WIB
Stiepari Wisuda 303 Lulusan, Komitmen Cetak Generasi Kreatif dan Berdaya Saing Global

JATENG.AKURAT.CO, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (Stiepari) terus menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Melalui berbagai program penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kerja sama internasional, Stiepari memastikan para lulusannya siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan persaingan global.

Hal tersebut disampaikan Direktur Stiepari, Haniek Listyorini SE MBA, usai melepas 308 wisudawan dari program D3, S1 Pariwisata, dan S1 Manajemen.

Prosesi wisuda yang digelar bersamaan dengan Dies Natalis ke-55 berlangsung di Patra Hotel Semarang, Sabtu (29/11/2025), menandai perjalanan panjang kampus dalam melahirkan lulusan yang siap berkarya dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Haniek menjelaskan bahwa kampusnya memprioritaskan pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Hal itu diwujudkan melalui riset dan pengabdian masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami saat ini sedang terlibat di Kabupaten Temanggung yang membutuhkan program pemasaran pariwisata dari produk sampai promosinya. Kami juga membantu Pemkab Semarang dalam melakukan kajian terhadap kelayakan BUMDes untuk program ketahanan pangan di 23 desa,” terangnya usai Wisuda ke-56 dan Dies Natalis ke-55 Stiepari.

Mahasiswa Terjun Langsung ke Masyarakat

Haniek menegaskan bahwa program pengabdian masyarakat tidak hanya bermanfaat bagi mitra daerah, tetapi juga berdampak besar pada kreativitas dan kompetensi mahasiswa.

Dengan pendampingan dosen, mahasiswa Stiepari terlibat langsung dalam pencarian solusi untuk berbagai permasalahan di masyarakat.

“Sehingga mahasiswa memiliki kreativitas untuk bisa membantu memecahkan masalah lapangan. Misalnya untuk UMKM dengan kreativitas membuat oleh-oleh yang baru, olahan makanan, dan untuk pariwisata, mereka membuatkan paket-paket wisata desa wisata,” jelasnya.

Kerja Sama Internasional: Siapkan SDM Go Global

Selain fokus pada pembangunan daerah, Stiepari juga mengembangkan jejaring internasional untuk membuka peluang kerja bagi mahasiswa dan alumni.

Sejumlah negara mitra seperti Malaysia, Jepang, Taiwan, Turki, hingga Jerman telah bekerja sama dalam program penyerapan tenaga kerja.

“Mahasiswa atau alumni kami memiliki program 1 tahun di luar negeri. Setelah lulus mereka bisa kembali bekerja di luar negeri dengan mitra-mitra yang ada pada kami. Dampaknya saya pikir mereka penghasil devisa, sehingga memberi dampak ke negara,” katanya.

Program 3in1 untuk Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera

Stiepari juga menjalankan Program 3in1, sebuah inisiatif yang membantu keluarga prasejahtera menyekolahkan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi.

Program yang telah berlangsung selama delapan tahun bersama Pemkab Nias Selatan ini menggabungkan kursus kerja, kuliah, dan penempatan kerja sebagai solusi pengentasan pengangguran.

“Program ini mengedepankan pengentasan pengangguran melalui kursus kerja dan kuliah. Ini cocok untuk keluarga-keluarga yang mungkin tidak sanggup menyekolahkan putra-putrinya,” jelas Haniek.

Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache ST MM, memberikan apresiasi tinggi kepada Stiepari atas kontribusinya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayahnya.

“Ke depan mereka ini kalau lepas mereka bisa mandiri, berkarya di luar Pulau Nias maupun membangun Kota Nias. Kalau mereka sudah bisa dapat bekerja, bisa mandiri tentunya akan meningkatkan perekonomian yang ada di Nias Selatan,” ujarnya.

Ia berharap lulusan Stiepari yang berasal dari Nias Selatan dapat menerapkan ilmu pariwisata yang mereka pelajari untuk mengembangkan sektor unggulan daerah tersebut.

“Primadona di Nias Selatan itu adalah pariwisata, terutama surfing yang sudah bertaraf internasional. Bekal ilmu yang mereka dapatkan di sini, kita harap bisa mereka aplikasikan di sektor pariwisata Nias Selatan,” tegas Yusuf.

Dengan melepas 308 lulusan baru, memperkuat kolaborasi di berbagai daerah, membuka jalur penyerapan tenaga kerja luar negeri, serta menjalankan program pendidikan inklusif, Stiepari semakin mengokohkan dirinya sebagai kampus yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menggerakkan masyarakat dan memajukan berbagai sektor, khususnya pariwisata Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.