Raih Gelar Doktor di Untag, Bupati Pekalongan Tulis Disertasi Berjudul Harmonisasi Kebijakan Pusat - Daerah

Akurat.co - Kebijakan pemerintah pusat dan daerah kerap kali tidak sejalan yang menyebabkan terhambatnya pembangunan dan pelayanan di masyarakat.
Hal tersebut menjadi keresahan Fadia Rafiq, Bupati Pekalongan, saat melakukan ujian terbuka doktoral di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Jum'at (6/9/2024).
Fadia Arafiq menyusun disertasi dengan judul Harmoninasi Hukum dalam Perencanaan Pembangunan Daerah untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.
Dia menilai, banyak aturan pusat yang tidak melihat keadaan daerah. Kondisi setiap daerah di Indonesia berbeda namun aturannya sama. Tentunya, ini menjadi kendala dalam melakukan pembangunan.
"Makanya dibuat disertasi semoga bisa jadi masukan ke depan agar saat merencanankan atau membuat kebijakan bisa melibatkan pemda. Mudah-mudahan ke depan busa membuat pemerintahan daerah lebih baik lagi," paparnya.
Dia mencontohkan terkait aturan penggunaan anggaran. Dalam peraturan di tingkat pusat diatur anggaran di tingkat pusat 25 persen untuk pendidikan, 40 persen untuk infrastruktur, dan lainnya. Padahal, kebutuhan setiap daerah berbeda.
"Di Kabupaten Pekalongan, (kebutuhan) untuk infrastruktur dulu, tapi 25 persen untuk pendidikan. Kami dihujat masyarakat, padahal itu aturan pusat," sebutnya.
Hasil disertasi ini, lanjut dia bisa jadi bahan masukan pemerintah untuk dilakukan harmonisasi pembangunan daerah antara pemerintah pusat yang berimplikasi pada harmonisasi dan singkronisasi peraturan daerah dan perundang-undangan.
"Nanti kita usulkan. Kami punya asosiasi bupati/walikota se-Indonesia. Bisa jadi masukan saat kita bertemu dengan Bapak Presiden atau Menteri," ucapnya.
Fadia sendiri berhasil menyelesaikan program Doktor dengan mengambil program studi Hukum di Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang. Fadia menyelesaikam program doktor hampir memakan waktu tiga tahun.
"Ini mau tiga tahun. Pastinya, namanya saya bekerja sebagai kepala daerah, ibu, istri kadang-kadang waktu suka nggak sama, ini membuat nggak cepet selesai, tapi nggak salah Saya belajar dengan benar bukan membeli sesuatu," ujarnya.
Menurutnya, dia benar-benar menjalani studinya sebagaimana mestinya. Bahkan, jika ada yang mengulang pun kembali dipelajari dan diulang, termasuk saat melakukan bimbingan dengan dosen.
"Jadi kalau belajar dengan benar, kalau salah harus diulang, kalau ketemu dosen, ulangi, ya jadwal lagi," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?





