Menjadi Kampus Unggulan Masyarakat, UPGRIS Sambut Dies Natalis ke-43 dengan Semangat Baru

AKURAT.CO, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) baru saja merayakan Dies Natalis ke-43 dengan penuh semangat dan optimisme.
Di usianya yang tak lagi muda, UPGRIS terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi kampus unggulan yang berkontribusi bagi masyarakat.
Acara Dies Natalis ke-43 ini tidak hanya dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momen refleksi dan proyeksi UPGRIS ke masa depan.
Baca Juga: Diskusi Film KIAS UPGRIS Soroti Toxic Relationship di Kalangan Mahasiswa
Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati MHum, dalam sambutannya menyampaikan berbagai capaian luar biasa yang diraih UPGRIS dalam setahun terakhir.
"Salah satu yang menjadi kebanggaan UPGRIS adalah dikukuhkannya 3 dosen menjadi guru besar. Hal ini menunjukkan komitmen UPGRIS dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan dosen," papar Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati MHum, dalam upacara Dies Natalis di Balairung Kampus I Sidodadi Semarang, Selasa 23 Juli 2024
Menurutnya, dies natalis ke-43 ini merupakan momen refleksi. Terutama dalam melihat apa saja capaian yang sudah diperoleh dan belum dicapai.
"Tahun 2023-2024 ini banyak prestasi luar biasa yang perlu kami syukuri. Banyak prestasi yang kami peroleh baik tingkat nasional maupun wilayah. Capaian ini berkat kerja keras dari dosen, karyawan dan mahasiswa," jelasnya.
Termasuk saat ini, UPGRIS juga memiliki banyak jurnal yang terindeks Scopus, ratusan dosen bergelar doktor dan lektor kepala, serta prestasi mahasiswa di tingkat nasional.
Prestasi-prestasi ini merupakan bukti nyata dedikasi dan kerja keras seluruh civitas akademika UPGRIS.
Rektor juga menyampaikan bahwa UPGRIS akan terus berkembang dan maju.
"Pada tahun ini, UPGRIS akan mengajukan 14 program studi baru untuk diajukan akreditasi unggul. Saat ini, UPGRIS telah memiliki 9 program studi yang terakreditasi Unggul," terangnya.
Sembilan program studi tersebut antara lain S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, S1 Bimbingan dan Konseling, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Pendidikan Anak Usia Dini.
“Selanjutnya ada S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Biologi, S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris,” tutur Dr Sri Suciati.
Lebih lanjut, Dr. Sri Suciati juga mengungkapkan bahwa UPGRIS terus memperluas jaringan kerja sama dengan luar negeri.
Kerja sama internasional dilakukan dengam instansi dan mutra di berbagai negara seperti Malaysia, Polandia, Slovakia, South Africa, Taiwan, Thailand, United Kingdom, Philiphine, India, Jepang, Kambodia, dan Vietnam,” pungkas Dr Sri Suciati.
Dies Natalis ke-43 ini menjadi momen refleksi bagi UPGRIS untuk melihat apa saja yang telah dicapai dan apa yang perlu ditingkatkan.
Dr. Sri Suciati menyampaikan rasa syukur atas berbagai prestasi yang diraih UPGRIS, baik di tingkat nasional maupun regional.
Ia juga mengapresiasi kerja keras dosen, karyawan, dan mahasiswa yang telah berkontribusi dalam kemajuan UPGRIS.
Di bawah kepemimpinan Dr. Sri Suciati, UPGRIS terus melangkah maju dengan penuh keyakinan untuk menjadi kampus unggulan yang berkontribusi bagi masyarakat.
UPGRIS bukan hanya ingin menjadi kampus yang berkualitas, tetapi juga ingin menjadi kampus yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dies Natalis ke-43 ini menjadi penanda babak baru bagi UPGRIS. Dengan semangat baru dan komitmen yang kuat, UPGRIS siap untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




